Hastagline.id,PEMATANGSIANTAR (Sumut) –
Suasana duka menyelimuti Taman Bunga, Pematangsiantar, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Keluarga bersama warga menggelar aksi tabur bunga dan doa bersama untuk mengenang kepergian almarhum Jaka Jannes Malau, korban dalam peristiwa penganiayaan berat yang terjadi di lokasi tersebut. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan sekaligus desakan kuat kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini tanpa ada upaya rekayasa.
Keluarga dan warga yang hadir menegaskan satu tuntutan utama: keadilan yang transparan. Mereka meminta agar proses hukum berjalan murni dan tidak ada pihak yang berusaha memutarbalikkan fakta.
Di sisi lain, muncul fakta baru dari keterangan saksi di lapangan. Menurut keterangan penjual Makanan yang berada di lokasi saat kejadian, saat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban langsung dilarikan ke RSU Djasamen Saragih. Saksi menegaskan bahwa proses evakuasi tersebut tidak melibatkan mobil ormas mana pun, membantah spekulasi yang mungkin berkembang.
Kejanggalan prosedur medis sempat disoroti oleh pihak keluarga. Salah seorang warga, yang merupakan kerabat dekat almarhum, mengungkapkan bahwa saat tiba di RSU Djasamen Saragih, kondisi Jaka Jannes Malau sudah meninggal dunia. Namun, ia merasa heran karena almarhum justru langsung diarahkan ke ruangan ICU.
“Adik saya, Jaka Jannes Malau, saat dibawa ke RSU Djasamen sudah meninggal dunia. Tapi kenapa langsung dikirim ke ruangan ICU?” ujar sumber tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Aksi ini menjadi pengingat bagi publik dan aparat di Pematangsiantar bahwa kekerasan tidak boleh dibiarkan. Keluarga almarhum berharap pihak rumah sakit dan pihak kepolisian memberikan keterangan jujur dan terbuka mengenai prosedur penanganan korban sejak tiba di rumah sakit, demi memastikan tidak ada kejanggalan dalam pengusutan kasus kematian Jaka Jannes Malau.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih terus mengawal kasus ini dan berharap agar kebenaran segera terungkap demi memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.(tim)







